Dataran Tinggi Dieng, Kesejukan di Kawasan Vulkanik

Description

Description

Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi yang berada di sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing ini terkenal dengan fenomena 2 mahatari terbit. Biasa disebut dengan Golden and silver sunrise. Dimana di dataran tinggi ini, sangat memungkinkan bagi para penyasar untuk melihat 2 kali matahari terbit dengan warna emas dan perak dalam satu pagi. Dataran tinggi yang berada di 2 wilayah admisistrasi (kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo ) ini memiliki beberapa obyek wisata yang sangat menarik. Namun sebelumnya para penyasar akan kami ajak untuk mengenal sasaran nyasar kali ini yaitu dataran tinggi Dieng.

Dataran tinggi dieng adalah adalah dataran dengan aktivitas vulkanik di bawah permukaannya. Dieng  merupakan sebuah kaldera (fitur vulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik) yang diapit dengan gunung – gunung di sekitarnya. Dikarenakan dataran tinggi Dieng merupakan sebuah kaldera maka tak heran disana akan ditemukan banyak kawah – kawah yang masih aktif. Beberapa diantaranya seperti kawah Candradimuka, kawah sibanteng,kawah sikidang, kawah sinila dan masih banyak lainnya. Beberapa diantaranya memiliki potensi gas beracun yang terkandung didalamnya.

Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Kawi: “di” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Tentunya di dataran tinggi ini memiliki hawa udara yang cukup dingin. Dengan ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 12—20 °C di siang hari dan 6—10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian. Bun upas atau biasa disebut embun upas (embun racun) terjadi karena fenomena alam dimana embun – embun menjadi beku. Embun ini menyelimuti tanaman pertanian khususnya kentang dan membuatnya mati sehingga disebut sebagai embun racun oleh penduduk sekitar.

Penduduknya mayoritas adalah petani sayuran. Dataran tinggi dieng juga merupakan salah satu penghasil sayuran pegunungan yang terbaik di Indonesia. Beberapa komoditas utamanya seperti kentang, wortel, tembakau, dikirimkan ke pelosok negeri. Sedangkan tanaman khas yang hanya dapat hidup dan ditemukan di sini adalah purwaceng (tanaman obat yang biasa digunakan sebagai salah satu campuran obat kuat) dan carica (sejenis papaya yang hidup di gunung).

Okay, sesuai dengan janji kami akan membahas beberapa obyek wisata yang menarik untuk dijadikan sasaran tujuan nyasar selanjutnya. Yaitu :

  1. Bukit Sikunir

Obyek wisata bukit sikunir ini berada di Desa Sembungan. Disini para penyasar akan dapat menikmati golden and silver sunrise. Sebuah kegiatan wisata yang cukup unik bagi para penggemar fotografi baru – baru ini adalah mendapatkan gambar foto matahari terbit yang paling indah. Di bukit sikunir ini para penyasar akan menikmati 2 kali matahari terbit. Prinsipnya adalah pada ketinggian tertentu para penyasar akan dapat menikmati matahari terbit yang berwarna kuning keemasan (golden) lalu kemudian para penyasar akan menuju ke puncak bukit sikunir untuk kembali menikmati matahari terbit yang kali ini berwana kuning keputih – putihan (silver).

 

  1. Telaga Warna dan Telaga Pengilon

Nama Telaga Warna sendiri diberikan karena keunikan fenomena alam yang terjadi di tempat ini, yaitu warna air dari telaga tersebut yang sering berubah-ubah. Terkadang telaga ini berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi Fenomena ini terjadi karena air telaga mengandung sulfur yang cukup tinggi, sehingga saat sinar Matahari mengenainya, maka warna air telaga tampak berwarna warni. Nuansa warna yang sering muncul adalah warna merah, hijau, biru, putih dan lebayung

Telaga Warna berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, dan dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang menambah pesona keindahan alam sekitar telaga warna. Keindahan telaga warna akan lebih terasa jika para penyasar naik ke salah satu bukit yang mengelilingi telaga ini.Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi telaga warna adalah saat pagi atau siang hari, karena pada sore hari, kabut tebal akan menutupi daerah sekitar telaga warna.

Sedangkan Telaga Pengilon berada tepat disebelah Telaga Warna dan hanya dipisahkan rerumputan. Warna airnya begitu jernih sehingga tidak tampak telaga pengilon ini tercampur oleh belerang.

Harmonisasi alam dengan udara yang sejuk dan bersih membuat suasana Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng begitu memikat. Para penyasar akan merasakan suasana mistis karena keheningan yang disempurnakan oleh kabut putih dan pepohonan yang rindang.

  1. Kawah Sikidang

Kawah Sikidang berada tak jauh dari Bukit Sikunir. Disini para penyasar akan menemukan beberapa lubang tempat keluarnya gas belerang. Tempatnya sangat eksotis bagi para penyasar yang ingin menikmati kawah belerang. Tentunya untuk mengunjungi tempat ini para penyasar diharapkan menggunakan masker agar tidak terlalu banyak menghirup asap belerang yang berbahaya bagi tubuh manusia. Dinamakan kawah sikidang dikarenakan pada jaman dahulu lubang tempat keluarnya gas belerang selalu berpindah – pidah seperti hewan kidang (kijang). Kawah-kawah disini memiliki suhu yang cukup tinggi, yaitu 80-90 derajat celcius, oleh karena itu para penyasar sering menggunakannya untuk merebus telur ayam. Cara merebusnya cukup mudah, telur dimasukkan ke keranjang yang diberi tongkat, lalu di rendam ke dalam air kawah. Setelah 8-10 menit telur tersebut sudah bisa dinikmati. Selain merebus telur, penyasar juga bisa menyewa alat transportasi berupa ATV atau kuda untuk mengelilingi area ini, seru sekali bukan?

  1. Telaga Merdada

Telaga Merdada merupakan telaga yang terluas yang berada di Dataran Tinggi Dieng. Memiliki lebih dari 21 hektar luasnya. Di telaga ini, air nya tidak pernah surut, maka tak heran oleh penduduk sekitar di gunakan untuk kegiatan perairan dan ditanami benih – benih ikan. Kemudian di telaga ini juga terdapat beberapa perahu yang dapat disewa oleh para penyasar untuk menikmati keindahan telaga dari tengah atau sekedar untuk kegiatan memancing.

Tentunya hawa sejuk khas pengunungan dicampur gemercik suara air yang dikelilingi oleh sawah mebuat telaga yang membendang diantara bukit Pangonan dan Sumurup, pemandangan alam di tempat wisata Dieng satu ini mampu menyegarkan mata dan juga pikiran.

  1. Kompleks Candi Hindu

Candi dieng merupakan candi peninggalan agama hindu yang beraliran syiwa, meskipun sama-sama candi hindu, candi ini berbeda dengan candi prambanan yang terletak diyogyakarta. Perbedaannya yang terlihat jelas adalah dari segi formasi dan bentuk candi. Candi dieng memiliki lebih sedikit ornament dan ukurannya lebih kecil disbanding candi prambanan. Selain itu formasinya tidak beraturan seperti candi-candi perwara di prambanan yang disusun simetris menghadap ke empat penjuru.

Candi-candi Dieng ditemukan kembali pada 1814 oleh seorang tentara Britania yang berkunjung yang melihat reruntuhan candi berada di tengah danau. Saat itu dataran sekitar kelompok Arjuna kebanjiran dan membentuk danau kecil. Pada 1856, Isidore van Kinsbergen memimpin upaya mengeringkan danau untuk mengungkap candi-candi tersebut. Pemerintah Hindia Belanda melanjutkan proyek rekonstruksi pada 1864, dilanjutkan dengan studi lebih lanjut dan foto-foto yang diambil oleh Van Kinsbergen. Candi-candi tersebut saat ini diyakini telah dinamai sesuai dengan para pahlawan dari epos Hindu Mahabharata. Antara lain candi arjuna, candi semar, candi srikandi, dan candi gatotkaca.

Contact

Contact
  • Address
    Bakal Buntu, Bakal, Batur, Banjarnegara, Central Java
  • Category
    Alam Perawan
  • Location
    Jawa Tengah
  • Tags
    banjarnegara, bukit sikunir, candi arjuna, candi hindu, dataran tinggi, dataran tinggi dieng, dieng, jawa tengah, kawah sikidang, sejuk, telaga merdada, telaga pengilon, telaga warna, wonosobo

Informasi tambahan

Informasi tambahan
  • Jam Buka
    -
  • Harga
    -
  • Patokan Terdekat
    jalan dieng
  • Koneksi Internet
    stabil
  • Situasi
    dingin menyejukkan

Location

Dataran Tinggi Dieng, Kesejukan di Kawasan Vulkanik
Get directions

Contact

Dataran Tinggi Dieng, Kesejukan di Kawasan Vulkanik
  • By Denny Tamtama
  • Email: opleh@hotmail.com

Ratings

Dataran Tinggi Dieng, Kesejukan di Kawasan Vulkanik

Apa Kata Mereka

0

0 Total
Review dan rating merupakan penilaian subjektif.
Tim Suka Nyasar tidak melakukan review eksklusif dan sepihak.
Pelayanan
0.0%
Lokasi
0.0%
Kualitas
0.0%
Fasilitas
0.0%
Tingkat Kesulitan
0.0%