Kompleks Candi Prambanan dan keunikannya

Description

Description

Kompleks Candi Prambanan dan keunikannya

Candi Prambanan yang merupakan situs warisan UNESCO ini merupakan salah satu candi termegah yang berada di dunia. Candi yang kepopulernnya hanya kalah oleh Candi Borobudur ini, memiliki banyak cerita rakyat dan sejarah dalam pembuatannya. Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar selain Candi Angkor Wat di Kamboja. Candi Prambanan itu sendiri sebenarnya merupakan Candi yang di buat untuk pemujaan dewa dewi agama Hindu, terutama adalah untuk Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. Namun dari ketiganya Dewa Siwa adalah yang lebih menonjol disini.

Arsitektur Candi Prambanan berpedoman pada Hindu yang berdasarkan kitab Wastu Sastra/Kitab Silpastra. Denah candi megikuti pola mandala, sementara bentuk candi yang tinggi menjulang merupakan ciri khas candi Hindu. Prambanan memiliki nama asli Siwagrha dan dirancang menyerupai rumah Siwa, yaitu mengikuti bentuk gunung suci Mahameru, tempat para dewa bersemayam. Seluruh bagian kompleks candi mengikuti model alam semesta menurut konsep kosmologi Hindu, yakni terbagi atas beberapa lapisan ranah, alam atau Loka.

Candi Prambanan juga memiliki tingkatan zona candi, mulai dari yang kurang suci hingga ke zona yang paling suci. Meskipun berbeda nama, tiap konsep Hindu ini memiliki sandingannya dalam konsep Buddha yang pada hakikatnya hampir sama. Baik lahan denah secara horisontal maupun vertikal terbagi atas tiga zona yaitu Bhurloka (zona terendah dan paling luar yang menggambarkan manusia, hewan, dedemit yang masih terikat pada hawa napsu dan kehidupan fana), Bwahloka (zona tengah yang menggambarkan para Brahmana, petapa dan orang – orang suci yang sudah melepaskan diri dari godaan duniawi), dan Swahloka ( zona tertinggi dan paling inti yang menggambarkan tempat tersuci para dewata, atau biasa juga di sebut sebagai swargaloka)

Candi Prambanan itu sendiri sebenarnya merupakan sebuah kompleks candi yang terdiri dari 240 bangunan candi. Yang terdiri dari : 3 Candi Trimurti, 3 Candi Wahana, 2 Candi Apit, 4 Candi Kelir, 4 Candi Patok dan 224 Candi Perwara. Namun pada kenyataannya hanya terdapat 18 Candi yang telah selesai di restorasi, yaitu 8 Candi Utama (Candi Trimurti, Candi Wahana dan Candi Apit), 8 Candi Kecil ( Candi Kelir dan Candi Patok ) serta 2 Candi Perwara. Menurut gambar denah model arsitektur restorasi Candi Prambanan, Kompleks candi ini di bagi menjadi 3 Zona. Yaitu zona luar, zona tengah dan zona dalam. Di zona dalam ini yang terdapat 8 Candi Utama dan 8 Candi Kecil.

Berikut merupakan penjelasan dari setiap Candi di komplek Candi Prambanan:

  1. Candi Trimurti

Candi Trimurti ini merupakan candi utama yang terdapat di komplek Candi Prambanan. Candi yang dipersembahkan kepada 3 dewa utama agama Hindu ini berada di tengah komplek Candi. Trimurti itu sendiri terdiri dari Dewa Brahma sang pencipta, Dewa Wisnu sang pemelihara dan Dewa Siwa sang penghancur. Candi yang diperuntukkan kepada Dewa Siwa berada di tengah dan di apit oleh 2 Candi yang diperuntukkan kepada Dewa Brahma dan Dewa Wisnu.

 

Candi Siwa ini menjulang tinggi setinggi 47 meter dengan lebar 34 meter. Di puncak candi siwa dapat dilihat terdapat ornamen yang berbentuk wajra (senjata Dewa Indra yang mampu menembakkan petir dan halilintar. Wajra itu sendiri merupakan bahasa sansekerta yang memiliki arti intan dan halilintar). Sedangkan di sekeliling Candi Siwa terdapat relief yang menceritakan tentang Ramayana. Cerita ini merupakan kisah kuno yang banyak diangkat menjadi sebuah cerita budaya pewayangan nusantara. Untuk mengikuti cerita Ramayana yang berada di relief Candi Siwa ini, para penyasar dapat masuk dari sisi timur Candi kemudian mengikutinya searah dengan jarum jam, kemudian melanjutkan cerita itu di Candi Brahma dan diakhiri di Candi Wisnu.

 

Candi Siwa ini memiliki lima ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin dan satu garbagriha, yaitu ruangan utama dan terbesar yang terletak di tengah candi. Ruangan timur terhubung dengan ruangan utama tempat bersemayam sebuah arca Siwa Mahadewa (Perwujudan Siwa sebagai Dewa Tertinggi) setinggi tiga meter. Arca ini memiliki Lakçana (atribut atau simbol) Siwa, yaitu chandrakapala (tengkorak di atas bulan sabit), jatamakuta (mahkota keagungan), dan trinetra (mata ketiga) di dahinya. Arca ini memiliki empat lengan yang memegang atribut Siwa, seperti aksamala (tasbih), camara (rambut ekor kuda pengusir lalat), dan trisula. Arca ini mengenakan upawita (tali kasta) berbentuk ular naga (kobra). Siwa digambarkan mengenakan cawat dari kulit harimau, digambarkan dengan ukiran kepala, cakar, dan ekor harimau di pahanya. Sebagian sejarawan beranggapa bahwa arca Siwa ini merupakan perwujudan raja Balitung sebagai dewa Siwa, sebagai arca pedharmaan anumerta dia. Sehingga ketika raja ini wafat, arwahnya dianggap bersatu kembali dengan dewa penitisnya yaitu Siwa. Arca Siwa Mahadewa ini berdiri di atas lapik bunga padma di atas landasan persegi berbentuk yoni yang pada sisi utaranya terukir ular Nāga (kobra).

 

Tiga ruang yang lebih kecil lainnya menyimpan arca-arca yang ukuran lebih kecil yang berkaitan dengan Siwa. Di dalam ruang selatan terdapat Resi Agastya, Ganesha putra Siwa di ruang barat, dan di ruang utara terdapat arca sakti atau istri Siwa, Durga Mahisasuramardini, menggambarkan Durga sebagai pembasmi Mahisasura, raksasa Lembu yang menyerang swargaloka. Arca Durga ini juga disebut sebagai Rara Jonggrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Arca ini dikaitkan dengan tokoh putri legendaris Rara Jonggrang.

 

Pada saat pemugaran, tepat di bawah arca Siwa di bawah ruang utama candi Siwa terdapat sumur yang didasarnya terdapat pripih (kotak batu). Sumur ini sedalam 5,75 meter dan peti batu pripih ini ditemukan di atas timbunan arang kayu, tanah, dan tulang belulang hewan korban. Di dalam pripih juga terdapat benda-benda suci seperti lembaran emas dengan aksara bertuliskan Baruna (dewa laut) dan Parwata (dewa gunung). Selain itu di pripih juga terdapat lembaran tembaga bercampur arang, abu, dan tanah, 20 keping uang kuno, beberapa butir permata, kaca, potongan emas, dan lembaran perak, cangkang kerang, dan 12 lembaran emas (5 diantaranya berbentuk kura-kura, ular naga (kobra), padma, altar, dan telur)

 

Sedangkan 2 Candi lainnya yang juga merupakan deretan 3 Candi Trimurti mengapit Candi Siwa pada sisi utara dan selatannya. Pada sisi utara terdapat Candi yang dipersembahkan kepad Dewa Wisnu dan sisi selatannya terdapat candi yang dipersembahkan kepada Dewa Brahma. Masing – masing candinya memiliki arca dewa Wisnu dan dewa Brahma dengan tinggi arca mencapai 3 meter. Sedangkan tinggi candinya mencapai 33 meter dengan lebar hanya 20 meter.

 

Diatas tembok tubuh candi di sepanjang galeri dihiasi arca-arca dan relief yang menggambarkan para dewata dan resi brahmana. Arca dewa-dewa lokapala, dewa surgawi penjaga penjuru mata angin dapat ditemukan di candi Siwa. Sementara arca para brahmana penyusun kitab Weda terdapat di candi Brahma. Di candi Wishnu terdapat arca dewata yang diapit oleh dua apsara atau bidadari kahyangan. Ini juga biasa disebut sebagai relief Lokapala, Brahmana dan Dewata.

 

  1. Candi Wahana

 

Candi Wahana adalah candi yang berukuran lebih kecil dan tepat berada di depan masing – masing candi Trimurti. Candi ini sebagai persembahan terhadap wahana/tunggangan dari masing – masing dewa. Ketiganya yaitu wahana sang lembu sebagai tunggangan dari Dewa Siwa, wahana sang angsa sebagai tunggangan dari dewa Brahma dan wahana sang garuda yang merupakan tunggangan dari dewa Wisnu.

Candi wahana yang berada di tengah, yang merupakan wahana dari Dewa Siwa ini terdapat sebuah arca lembu yang bernama lembu Nandiswara. Di dinding belakang arca lembu tersebut terdapat relief candi yang menggambarkan Dewa Chandra dan Dewa Surya sebagai perwakilan Bulan dan Matahari. Pada sebelah kirinya, Dewa Bulan Chandra di gambarkan sedang berdiri pada kereta kencana yang ditarik dengan 10 ekor kuda sedangkan Dewa Matahari Surya ditarik dengan 7 ekor kuda pada sebelah kanan.

 

Candi wahana yang berada di sebelah kanan dan kirinya, atau tepatnya yang dipersembahkan untuk wahana dewa Wisnu dan dewa Brahma tidak terdapat arca angsa maupun arca garuda. Arca tersebut kemungkinan sudah dicuri, ataupun sudah hancur. Namun dari penampakan candi yang di tengahnya terdapat tempat kosong, diperkirakan dulunya terdapat arca angsa dan arca garuda perlambang masing – masing wahana milik kedua dewa tersebut.

  1. Candi Apit dan Candi Kecil (Candi Kelor dan Candi Patok)

Candi Apit adalah 2 Candi yang berada di tengah – tengah Candi Trimurti dan Candi Wahana. Ukuran tingginya mencapai 14 meter dengan model bujursangkar yang berukuran 6 meter x 6 meter. Sedangkan 8 Candi kecil yang bernama Candi Kelor dan Candi Patok berada di setiap sudut penjuru mata angin. Ukurannya hanya bertinggi 2 meter saja. Dan di antara 8 Candi utama terdapat semacam candi kecil yang menyerupai kuil kecil, yang pada jaman dahulu di perkirakan sebagai tempat menaruh sesaji umat Hindu.

 

  1. Candi Perwara

Candi Perwara disebut juga sebagai Candi Pengawal atau Candi Pelengkap. Candi-Candi Perwara disusun dalam empat baris konsentris baris terdalam terdiri atas 44 candi, baris kedua 52 candi, baris ketiga 60 candi, dan baris keempat sekaligus baris terluar terdiri atas 68 candi.

Masing-masing Candi Perwara ini berukuran tinggi 14 meter dengan tapak denah 6 x 6 meter, dan jumlah keseluruhan Candi Perwara di halaman ini adalah 224 candi. Kesemua Candi Perwara ini memiliki satu tangga dan pintu masuk sesuai arah hadap utamanya, kecuali 16 candi di sudut yang memiliki dua tangga dan pintu masuk menghadap ke dua arah luar. Jika kebanyakan atap candi di halaman dalam zona inti berbentuk wajra, maka atap candi perwara berbentuk ratna yang melambangkan permata.

Aslinya ada banyak candi yang ada di halaman ini, akan tetapi hanya sedikit yang telah dipugar. Bentuk candi perwara ini dirancang seragam. Sejarawan menduga bahwa candi-candi ini dibiayai dan dibangun oleh penguasa daerah sebagai tanda bakti dan persembahan bagi raja. Sementara ada pendapat yang mengaitkan empat baris Candi Perwara melambangkan empat kasta, dan hanya orang-orang anggota kasta itu yang boleh memasuki dan beribadah di dalamnya; baris paling dalam hanya oleh dimasuki kasta brahmana, berikutnya hingga baris terluar adalah barisan candi untuk ksatriya, waisya, dan sudra. Sementara pihak lain menganggap tidak ada kaitannya antara Candi Perwara dan empat kasta. Barisan candi perwara kemungkinan dipakai untuk beribadah, atau tempat bertapa (meditasi) bagi pendeta dan umatnya.

Selain Relief Ramayana, Lokapala, Brahmana dan Dewata yang terdapat pada Candi Utama, Candi Prambanan juga memiliki relief lain yang disebut sebagai Panel Prambanan. Relief candi ini sangat unik bergambar Singa dan Kalpataru yang hanya ditemukan di Candi Prambanan saja. Relief ini berupa arca singa yang diapit oleh gambar pohon hayat kalpataru. Pohon suci ini dalam mitologi Hindu-Buddha dianggap pohon yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan manusia. Di kaki pohon Kalpataru ini diapit oleh pasangan kinnarakinnari (hewan ajaib bertubuh burung berkepala manusia), atau pasangan hewan lainnya, seperti burung, kijang, domba, monyet, kuda, gajah, dan lain-lain.

Nah, bikin penasaran kan? Memang daripada membaca dan melihat gambar/foto, para penyasar tentunya akan lebih happy apabila membuktikan dan melihat sendiri keunikan dan kemegahan dari Candi Prambanan. Terlebih lagi apabila berketepatan dengan pementasan sendra tari Ramayana. So, jangan hanya nyasari ke pantai, gunung dan hutan saja ya.. sekali – sekali nyasar lah ke candi supaya kita tau betapa hebatnya pendahulu – pendahulu kita. Salam sukses, tetap sehat tetap semangat. Ingat nyasar hanyalah sebuah perjalanan bukan tujuan. Im out!

 

 

 

 

Contact

Contact
  • Address
    Jl. Raya Solo - Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571
  • Category
    Oldies, Unik Kreatif
  • Location
    Jogja
  • Tags
    brahmana, candi, denah prambanan, hindu, jogja, prambanan, sejarah, shiwa, unik, wisata, wisnu, yogyakarta

Informasi tambahan

Informasi tambahan
  • Jam Buka
    -
  • Harga
    -
  • Patokan Terdekat
    sleman
  • Koneksi Internet
    4g
  • Situasi
    Bersejarah

Location

Kompleks Candi Prambanan dan keunikannya
Get directions

Contact

Kompleks Candi Prambanan dan keunikannya
  • By Denny Tamtama
  • Email: opleh@hotmail.com

Ratings

Kompleks Candi Prambanan dan keunikannya

Apa Kata Mereka

0

0 Total
Review dan rating merupakan penilaian subjektif.
Tim Suka Nyasar tidak melakukan review eksklusif dan sepihak.
Pelayanan
0.0%
Lokasi
0.0%
Kualitas
0.0%
Fasilitas
0.0%
Tingkat Kesulitan
0.0%